Sistem Informasi Material Requirement Planning

Sistem informasi material requirement planning - Untuk menanggung kelancaran produksi, ketepatan waktu penerimaan bahan baku serta bahan pendukung yang lain oleh pihak produksi adalah aspek yang begitu penting. Tanpa ada rencana yang matang dan pemeriksaan yang ketat, kemungkinan ketepatan waktu dalam pemasokan serta penerimaan material (bahan baku serta bahan pendukungnya) akan menjadi semakin tinggi yang menyebabkan produksi tidak dapat untuk menghasilkan jumlah unit product yang diperlukan oleh pelanggan/customer. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu tehnik maupun system yang berperan untuk merencanakan jadwal material yang diperlukan. Tehnik maupun system itu biasanya disebut material requirement planning atau disingkat dengan MRP. Dalam bahasa Indonesia MRP atau material requirement planning ini sering ditranslate menjadi rencana keperluan material. Sebagian tujuan sistem informasi material requirement planning disuatu perusahaan manufaktur. Mengurangi jumlah persediaan, mengurangi saat tenggang (lead time) produksi serta pengiriman ke pelanggan, prinsip pengiriman yang realistis pada pelanggan.

Sistem informasi material requirement planning, yang pertama master production schedule (MPS) : Master production schedule atau jadwal produksi induk yaitu suatu rencana yang terbagi dalam bagian serta jumlah product yang akan di produksi oleh suatu perusahaan manufakturing. MPS ini biasanya berdasarkan pada order (pesanan) pelanggan serta perkiraan order (forecast) yang di buat oleh perusahaan sebelumnya dimulainya sistem informasi material requirement planning. Seperti yang dijelaskan terlebih dulu, MRP yaitu terjemahaan dari mps (jadwal produksi induk) untuk material.

Yang kedua, inventory status file (berkas pesan persediaan) : inventory status file ini terkait dengan hasil perhitungan persediaan serta keperluan bersih untuk tiap-tiap periode perencanaan. Tiap-tiap inventory atau persediaan harus memberi informasi pesan yang pasti serta paling baru tentang jumlah persediaan yang ada sekarang ini, jadwal penerimaan material maupun gagasan pembelian yang akan diserahkan ke penyuplai. Informasi ini dapat mencakup jumlah lot (lot sizes), lead time (tenggang saat), safety stok level serta jumlah material yang rusak/cacat. Yang terakhir bill of materials (BOM) : BOM yaitu suatu daftar yang berisikan jumlah masing  - masing bahan baku, bahan pendukung serta sub-assy (semi product) yang diperlukan untuk membuat suatu product jadi.